Air, Pure It, dan Kelangsungan Hidup

29 Dec 2012

Pagi ini aku duduk di kantor, sambil memandangi hujan yang turun di luar dari arah jendela kantorku. Inget jaman SD dulu ketika aku dapet pelajaran IPA dengan materi Siklus Air. Nah lho apa hubungannya?

Ya ada donk. Tema lombanya aja Air. hahaha Ini ciyuss lho.

Dulu waktu mempelajari siklus Air itu sekitar tahun 2000 kali ya? Dimana daerah ku masih bagitu asri. Hihihi tahu gak yang dimaksud asri disini?

  1. Banyak pohon yang besar

    Suasana kampungku dulu

    Suasana kampungku dulu

    Jadi suasana masih seger gitu. Udara juga nyaman. Kalo siang hari tiduran di bawah pohon sambil terkadang ikut manjat-manjat hahaha Nah lho mau ngapain tuh manjat pohon.

  2. Jalannya masih berupa tanah dan belum di paving ataupun di aspal

    Tanahnya masih asli

    Tanahnya masih asli

    Jadi ketika hujan turun, Air hujan langsung meresap dan tidak lari kesana kemari tentunya. Walaupun jujur ya kalo habis ujan gitu aku suka sebel kalo mau berangkat sekolah habis jalannya becek banget. Sampai di sekolah ntar pasti diketawain sama temen-temen gara-gara banyak tanah nempel di sepatu hehehe. Tapi gak masalah lah, saat itulah kamar mandi akan sangat bermanfaat buatku hohoho.

  3. Depan rumah masih berupa perkebunan yang sangat luas

    Kebun di depan rumahku

    Kebun di depan rumahku

    Kalian tahu gak apa yang paling menyenangkan dari kebun di depan rumahku? Biasanya setelah hujan malam hari turun, anak-anak kampung akan beramai-ramai menuju kebun buat nangkep laron hehehe. Asik lho. Sambil berbecek-becek gitu, udaranya juga sejuk, mau nyemplung dikubangan juga boleh lah hahaha. Jangan ditiru yah?

Tapi tahun demi tahun berlalu sobat. Pembangunan mulai gencar dilakukan. Aku masih ingat betul waktu kebun di kampungku dibeli sama orang lain. Luasnya yang berhektar-hektar itu akhirnya beralih menjadi perumahan. Maklum sebenarnya itu adalah tanah milik pemerintah. Namun untuk memanfaatkan tanah tersebut, penduduk kampung merubahnya menjadi perkebunan ketela, kacang, dan masih banyak lagi. Letaknya yang di daerah perbukitan di tengah kota, membuatnya menjadi daerah strategis untuk perumahan elit yang ingin mendapatkan tempat tinggal di daerah perbukitan tapi tetap masih di kota besar. Sejak itulah, kampungku juga ikut mengalami pembangunan karena menjadi salah satu akses jalan menuju perumahan tersebut.

Perubahan demi perubahan terus terjadi.

  1. Penebangan seluruh tanaman kebun yang ada dan diubah menjadi rumah

    Pembangunan Perumahan

    Pembangunan Perumahan

  2. Pemasangan Paving di jalan depan rumah

    Pemasangan Paving

    Pemasangan Paving

  3. Pengaspalan jalan besar dekat rumah

    Pengaspalan Jalan

    Pengaspalan Jalan

  4. Pemangkasan bukit di dekat rumah

    Pemangkasan Bukit

    Pemangkasan Bukit

  5. Pemasangan sumber Air untuk perumahan

    Pemasangan sumber air

    Pemasangan sumber Air

Seiring dengan pembangunan yang ada, tentunya akan muncul dampak positif dan negatif bukan? Sama seperti yang aku rasakan hingga sekarang. Untuk itu kita lihat dampak positifnya duluan aja ya biar gak ngeri hehe. Jadi apa sajakah dampak positif yang ada?

  • Akses jalan yang lebih mudah dan baik sebab walau hujan turun, tanah tidak becek dan licin untuk dilalui
  • Apa ya? mungkin samapai saat ini hanya poin di atas itu yang aku rasakan. Maaf ya?

Lalu dampak negatif nya apa aja ya?

  • Ketika hujan turun, Air yang seharusnya meresap ke tanah justru mengalir ke rumah-rumah dan tak jarang membuat banjir
  • Sumber Air tanah lebih sedikit karena Air yang meresap juga sedikit
  • Sumber Air tanah sedikit sebab terus menerus di gunakan
  • Cuaca yang panas disiang hari karena sedikitnya jumlah pohon yang ada

Celakanya hal tersebut tak hanya dirasakan oleh kampungku saja. Kita tengok negara kita yuk. Aku rasa semuanya sudah mengalami pembangunan. Dan yang paling sering aku lihat adalah pengaspalan jalan. Dari yang berupa tanah berubah menjadi aspal maupun paving. Itulah yang akan aku bahas sekarang.

Mengingat tulisan di paragraf pertama tadi, tentang siklus Air hujan. Kalo aku tidak salah ingat (Semoga sih gak salah ya?) Dulu guruku bilang gini :

Air laut menguap, itu yang nantinya menjadi awan hujan. Awan tersebut terbawa angin laut menuju darat. Lalu jatuh sebagai hujan di daratan. Sebagian Air hujan itu meresap ke dalam tanah dan sebagian lagi mengalir kembali ke laut.

Intinya seperti itu. Dan kalimat yang aku tebali dan aku garis bawahi inilah yang akan kita bahas kali ini.

Akibat pembangunan yang terus dilakukan, jumlah daerah resapan Air hujan berkurang karena sudah bukan berupa tanah lagi namun berupa aspal dan paving. Hal itu juga tidak seimbang dengan penanaman pohon yang ada. Belakangan ini sering aku dengar tentang penggundulan hutan yang terus terjadi. Lalu yang menjadi pertanyaan adalah “Bagiamana nasib sumber Air tanah jika jumlah Air hujan yang meresap berkurang?”

Itu adalah pertanyaan yang tepat di saat seperti ini. Ada dampak nyata yang sudah sering terjadi akhir-akhir ini.

  • Tanah amblas
    Bagiamana dengan yang satu ini? Kalian pernah dengar? Aku rasa beberapa bulan lalu ibukota tercinta kita sudah mengalaminya. Jadi tanah tiba-tiba amblas begitu saja.
  • Longsor
    Ini termasuk bencana gara-gara iar lho sobat.
  • Banjir
    Apalagi yang ini hehehee
  • Krisis Air bersih
    Untuk yang inilah artikel ini aku buat sobat.

Ketika sumber Air tanah terus di eksploitasi dan digunakan terus menerus, daerah resapan Air justru berkurang. Inilah yang menjadi masalah kita sekarang. Jika daerah resapan Air berkurang, lalu apa yang akan terjadi dengan Air bersih nantinya? Dooor habis sudah Air tanah. :( Lalu darimana manusia dapetin Air bersih untuk kehidupan sehari-hari? Buat mandi, mencuci, dan minum tentunya. Apa iya mau menadahi Air hujan langsung gitu aja? Itu aja aku rasa gak kan berhasil karena itu bukanlah Air murni. Jika kita lihat sumber Air tanah itu bersih, itu adalah karena tekstur tanah yang telah menyaring Air hujan tersebut. Karena itu, tanah dan Air erat sekali hubungannya. Seperti eratnya hubungan Air dengan manusia. Lalu yang menjadi pertanyaan kedua adalah “Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang?”

  1. Hematlah menggunakan Air ketika mencuci

    Air keran

    Air keran

    Ketika kita mencuci, biasanya kita menggunakan Air yang mengalir langsung dari keran ya? Tanpa kita sadari itu akan boros Air lho. Jadi lebih baik, isi penuh ember secukupnya. Lalu matikan keran. Nah yang ember itulah yang akan kita gunakan untuk mencuci.

    Mematikan kran saat sedang mencuci piring atau menyikat gigi (nyalakan kran Air pada saat akan menggunakan Air saja), membiarkan kran menyala selama 1 menit berarti membuang 1 galon Air

  2. Tanami daerah sekitar kita dengan pohon ya?
    Kalo ada tanah yang nganggur di daerah kita, cepet-cepet tanami pohon sobat. Karena pohon meresap
    Air hujan lho. Dan jangan heran jika kalian melihat dari sebuah pohon besar dari akarnya keluar Airjernih.
  3. Dalam 1 rumah sebaiknya ada daerah resapan Air. Jadi masih berupa tanah gitu
    Ya kalo yang ini sih intinya seperti daerah resapan
    Air hujan. :) Jadi ada Air hujan yang masuk ke tanah biar stok sumber Air tanah bertambah hehehe. Memang tidak langsung banyak, namun jika setiap rumah punya, maka itu akan berdampak besar lho.
  4. Gunakan PureIt
    Nah ini nih ide yang bagus hahaha setengah promosi untuk produk yang bermanfaat. :D
    Pernah denger produk ini? Aku pertama kali denger lewat Iklan TV. Hehehehe awalnya gak percaya. Tapi kalo dipikir-pikir mungkin aja ya? Nih coba kita lihat cara kerja
    PureIt. Yang aku dapetin dari http://lombablogpureit.blogdetik.com/tentang-pureit/

    cara-kerja-pureit

    Proses kerja pemurnian Air dibagi ke dalam 4 tahap:

    Tahap 1: Saringan Serat Mikro menghilangkan semua kotoran yang terlihat
    Tahap 2: Filter Karbon Aktif menghilangkan pestisida dan parasit berbahaya
    Tahap 3: Prosesor Pembunuh Kuman menghilangkan bakteri dan virus berbahaya dalam Air
    Tahap 4: Penjernih menghasilkan Air yang jernih, tidak berbau, dengan rasa yang alami

Inovasi water purifier (pemurni Air) untuk keluarga Anda dengan teknologi modern dan canggih yang dapat menghasilkan Air minum yang terlindungi dari kuman berbahaya yang dapat menyebabkan penyakit.

Air yang dihasilkan PureIt dapat langsung diminum tanpa perlu dimasak. PureIt adalah cara mudah, praktis dan dengan harga yang terjangkau untuk mendapatkan Air minum yang terlindungi dari kuman berbahaya. PureIt menghilangkan virus, bakteri, dan parasit berbahaya serta menghilangkan kotoran di dalam Air; sehingga Air yang dihasilkan jernih, tidak berbau dengan rasa yang alami.

Cara Menggunakan PureIt:

  • PureIt: Tidak memerlukan sambungan ke keran.
  • PureIt: Sangat praktis digunakan. Tinggal tuangkan Air tanah / PAM mentah yang biasa Anda masak untuk minum ke wadah bagian atas PureIt melalui Saringan Serat Mikro.
  • PureIt: Kapasitas wadah atas 9 liter dan wadah transparan 9 liter.
  • PureIt: Tersedia dalam dua warna pilihan: putih biru dan putih marun.
  • PureIt: Tidak memerlukan listrik atau gas.

putih-biruputih-marun

Dengan teknologi canggih, PureIt layak dipilih sebagai salah satu alternatif untuk menghasilkan Air minum tanpa menggunakan gas dan listrik. Selain praktis dan higienis, PureIt juga ekonomis.

Keunggulan PureIt:

  • Sangat praktis. Hanya memasukkan Air ke dalam alat dari bagian atas, Pureit akan memurnikan Air untuk siap minum.
  • Tidak memerlukan gas, listrik, dan saluran pipa.
  • Biaya per liter pemurnian Air hanya Rp100, jauh di bawah harga Air galon dari merek ternama (Rp526/liter), Air isi ulang (Rp187/liter), dan Air rebus (Rp107/liter).
  • Air terlindungi dari kuman berbahaya penyebab penyakit dengan menggunakan standar terketat EPA (Environmental Protection Agency) USA yang menghilangkan log 6 bacteria, log 4 virus, dan log 3 parasites.
  • PureIt memiliki indikator yang dapat menunjukkan lebih awal kapan perlu mengganti Germkill Kit (mekanisme penghentian otomatis).
  • Kapasitas hingga 9 liter di top chamber ditambah 9 liter di transparent chamber.
  • Garansi satu tahun.

Cara Kerja PureIt

  • Isi penuh 9 liter Air PAM/tanah mentah wadah bagian atas.
  • Air akan mulai mengalir di wadah transparan 45 menit - 1 jam.
  • Buang Air isian pertama untuk melakukan pembilasan dan lakukan proses pembilasan ini sebanyak 3 kali.
  • Setelah itu isi kembali wadah bagian atas dan air di wadah transparan sudah siap diminum.
  • Pengisian kedua dan seterusnya akan memakan waktu 15 30 menit.
  • Simpan pompa plastik di tempat aman (nanti dibutuhkan untuk keperluan pembersihan).

Nah untuk kelebihan produk ini kalian bisa langsung baca ke sumbernya sobat. Seperti :

  1. Keunggulan PureIt Dibandingkan dengan Memasak Air
  2. Keunggulan PureIt Dibandingkan dengan Membeli Air Isi Ulang Rutin
  3. Keunggulan PureIt Dibandingkan dengan Membeli Air Galon Bermerek

Contoh Penghematan Dengan PureIt

  • PureIt
    GKK Rp 150 ribu = 1500 liter -> Rp 100/liter
  • Galon Bermerek
    Rp 10 ribu = 19 liter -> Rp 526/liter (Hemat 5x lipat)
  • Galon Isi Ulang
    Rp.3.500 = 19 liter -> Rp.184/liter (Hemat 2x lipat)
  • Rebus air
    Gas 3 kg = Rp.12 ribu, 2 minggu, 112 liter -> Rp.107/liter (Hemat waktu dan praktis)

Jika 1 minggu memakai 2 galon (38 liter), penghematan 1 thn dengan memakai PureIt:

  • Galon Bermerek = 2 galon X 10.000 X 52 mgg (38 liter X 52 mgg X Rp 100) = (1.040.000 197.600) = Rp 843.000
  • Galon Isi Ulang = 2 galon X 3.500 X 52 mgg (38 liter X 52 mgg X Rp 100) = (364.000 197.600) = Rp 166.400
  • Rebus = 52/2 X 12.000 (112 liter X 26 mgg X Rp 100) = (312.000 291.200) = Rp 20.800

Kenapa aku tidak langsung menuliskan semuanya disini? Bukan karena malas, tapi inilah budaya blogger Indonesia yang baik hehehe. Gak asal Copas. Lebih baik langsung mengarahkan pembaca ke artikel sumbernya. Biar gak nyasar gitu hehehehe. Coba langsung kunjungi :

http://lombablogpureit.blogdetik.com/tentang-pureit/

Dapatkan informasi lebih lengkap disitu.

Ada sesuatu yang perlu kalian tahu sobat yakni tentang Perlindungan Tambahan dari PureIt :

Perlindungan 1 Pureit Germkill Life Indicator
Pureit memiliki Indikator unik, yang akan memberitahukan Anda beberapa hari sebelumnya kapan perlu mengganti ‘Germkill Kit

Perlindungan 2 Mekanisme Penghentian Otomatis
Jika Germkill Kit tidak diganti pada waktunya, Pureit secara otomatis akan menghentikan aliran Air sampai penggantian dilakukan. Mekanisme Penghentian Otomatis Pureit akan menghentikan Air sehingga Air akan meluap dari Germkill Life Indicator. Hal ini akan menjamin anggota keluarga Anda akan selalu meminum Air yang aman.

Coba deh lihat gambar di bawah ini

Pureit bekerja dengan Germkill Kit (Perangkat Pembunuh Kuman) yang tahan lama dan dapat diganti. Komponen 2,3,4 harus diganti secara bersamaan setelah memurnikan sekitar 1500 liter* Air. Atau setara dengan ~80 galon, dalam pemakaian normal tahan sekitar 6 -8 bulan**. Ketiga komponen ini tersedia dalam sebuah kemasan ‘Germkill Kit’. (Sumber : http://www.pureitwater.com/ID/technology)

Bukankah itu sebuah produk yang keren dan ramah lingkungan? Yups bener banget.

Lalu siapa sebenarnya yang ada di balik produk tersebut????

Jawabannya adalah Unilever Indonesia.

Sejak 2003, Unilever mengikuti program Proper sebagai rasa kesadaran akan pentingnya pengelolaan masalah lingkungan, yang akhirnya membawa salah satu pabrik Unilever Indonesia meraih Gold Proper 2012.. Program proper sendiri merupakan program penilaian peringkat kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup, yang bertujuan mendorong perusahaan untuk taat terhadap peraturan lingkungan hidup dan mencapai keunggulan lingkungan.

Pabriknya aja perduli sama lingkungan. Jadi produk yang dihasilkanpun juga sangat bermanfaat dengan lingkungan. Dan PureIt ini adalah salah satu inovasi terbaru yang sudah memegang rekor dengan penjualan terlaris. Jadi masih ragu dengan produk ini? :)

Masih ingat bukan tentang sumber Air bersih? Kelangkaan sumber mata Air juga terus merajalela. Coba baca fakta di bawah ini :

51602fa49e48e70516e07d43301a6b68_slide-3-638

Gak percaya? Mau lihat bagaimana sudara-saudara kita mengalami kesulitan Air bersih sobat?

Krisis Air Bersih

Krisis Air Bersih

Krisis Air Bersih

Krisis Air Bersih

Masih mau menyangkal? :( Kalau di ilustrasikan dalam bentuk gambar mungkin seperti inilah tepatnya.

Ilustrasi Penggunaan Air

Ilustrasi Penggunaan Air

Jadi apa tindakanmu sekarang sobat? Selain 4 langkah yang aku beri tahukan di atas tadi, aku ada langkah-langkah lain sobat untuk menghemat Air dan memanfaatkan Air lebih bijak lagi untuk menghindari dampak yang lebih buruk yang mungkin terjadi yaitu :

  1. Menanam pohon agar akarnya dapat mengikat Air dalam tanah, namun jangan menanam banyak rumput karena rumput “haus” Air
  2. menghindari berendam dalam bathtub ketika mandi
  3. Menggunakan deterjen ramah lingkungan yang dapat menghemat penggunaan Air untuk membilas pakaian
  4. Menampung Air hujan untuk mencuci kendaraan / pakaian / perangkat makan atau memandikan hewan peliharaan atau membersihkan kamar mandi/mengepel
  5. Mengecek secara berkala dan membenahi saluran Air yang bocor
  6. Meletakkan botol Air di tangki WC untuk mengurangi penggunaan Air saat flushing. Dalam 1 hari, kita membuang Air sebanyak 2.5 botol galon Air bersih hanya untuk membilas toilet. Dengan menggunakan botol Air, kita bisa menghemat antara 15-20 liter per hari.
  7. Membuat lubang Biopori: Cara pembuatannya sangat mudah, yaitu dengan membuat lubang berdiameter 10 cm. Lubangnya diisi dengan sampah organik. Saat hujan turun, lubang ini akan terisi Air. Air tersebut akan meresap ke dalam tanah dan diikat sebagai sumber Air tanah yang nantinya akan kita butuhkan sebagai suplai Air bersih.
  8. Memasang talang Air: Dengan media penyalur Air hujan ini, Air hujan disalurkan ke bidang yang lebih rendah, misalnya ke selokan atau/dan ke sumur resapan.

Bahkan pemerintah juga sudah ikut berpartisipasi lho dengan UU di bawah ini :

UU RI

UU RI

Jadi bagaimana? Kita mulai yuk dari sekarang? :D Bumi sudah berbaik hati memberikan kita tempat untuk berpijak, sekarang saatnya kita juga berbaik hati ke bumi. Tak hanya kepada bumi, karena ini juga akan memberi dampak besar untuk saudara-saudara kita sobat. Saatnya kita merubah masa depan. Pabrik Unilever Indonesia sudah memberikan contohnya melalui produk mereka PureIt. Ayo kita ikut berpartisipasi sobat. Gunakan PureIt nya ya jangan lupa hehehehe lebih hemat pakai PureIt. Udah gak pake listrik, gak pake gas buat masak Airnya, juga gak pakai baterai. Tinggal tuang, maka Air pun siap minum. :) Ini memang bukan tulisan yang panjang dan lebar banget, tapi semoga bisa bermanfaat buat sesama ya?:) Semoga bersama Unilever, PureIt, dan tindakan nyata sobat semua dalam menjaga kelestarian Air akan membawa dampak yang besar bagi masa depan kelak.

42a5795b755faaaa1807c9419fbb91fa_banner_top_pureit


TAGS air sehat water purifier Pure It


-

Author

Follow Me