Berkah itu tak selalu berupa uang

18 Jul 2013

Berbicara soal berkah ramadan, aku ingin berbagi sedikit soal pengalamanku dengan tema yang satu ini. Yakni “Berkah itu tak selalu berupa uang”. Banyak orang yang senang jika mendapat uang banyak. Aku pun tak munafik. Karena sebagai seorang pegawai yang diincar kalo lagi bulan ramadan gini ya THR. hehehe

Tapi hari ini aku belajar hal lain. Sebuah berkah yang tak bisa dinilai hanya dengan uang semata. Yakni sebuah kehangatan dan kebahagiaan di bulan yang suci ini. Kehangatan dan indahnya berbagi. Yang aku maksud kehangatan disini adalah nyamannya berkumpul bersama keluarga. Yang biasanya pada sibuk sendiri-sendiri kini bisa berkumpul menjadi satu ketika Buka Puasa dan Sahur tiba. Dan yang lebih menarik adalah melihat banyak orang berduyun-duyun menuju Masjid untuk Sholat tarawih bersama. Kapan lagi kalo bukan bulan Ramadan?

Selain kehangatan itu, berkah ramadan yang masih jelas membekas di hatiku adalah bisa berbuka bersama dengan anak-anak yatim piatu di panti asuhan cacat ganda. Mereka mengalami keterbelakangan mental. Membayangkan di bulan yang suci ini mereka lewat tanpa orang tua. Hanya ada pemilik panti dan satu pembantunya yang merawat ke 17 anak-anak cacat ini.

Tapi coba lihat, meski begitu, sejak aku menginjakkan kaki di panti ini, senyum ramah, senyum bahagia dan senyum penuh canda tawa tak lepas dari bibir mungil mereka. Ya Allah membayangkannya saja aku sudah menangis. Jujur, aku serasa di tarik dan di jatuhkan ke lantai ketika melihat mereka. Kemana saja aku selama ini ? Sibuk menikmati masa remaja? Sibuk menghabiskan uang untuk bersenang-senang? Atau malah aku terlalu sibuk mengeluh dengan semua yang telah aku dapatkan?

Seketika itu juga, aku menangis sejadi jadinya. Inilah berkah ramadan terindah yang tak bisa dinilai hanya dengan uang. Yakni sebuah hidayah… sebuah petunjuk dan sebuah nilai kehidupan yang benar-benar langsung aku rasakan dari orang lain.

Mereka tinggal di tempat yang sangat sederhana yang mereka sebut rumah.

Disinilah mereka tinggal.
Mereka tersenyum bahagia. Melihat kedatanganku dan teman-temanku. Tak ada sedikitpun gurat kesedihan di wajah mereka.

Adek adek,,, aku belajar dari senyum manis kalian disini.. aku tersadar akan semua kesalahanku yang terkadang lupa bersyukur. Ini bukan sekedar berkah tapi sebuah mukjizat dan hidayah yang tak kan terlupa begitu saja.
Semoga kita senatiasa bersyukur ya? Jangan lupa, ada banyak orang lebih susah daripada kita namun mereka tetap tegar dengan senyum mereka. Dan itulah hikmah Ramadan terindah yang aku dapat yang tak bisa dinilai dengan uang.

Merenung sebentar ya? Agar kita tak menilai segala sesuatu dengan uang. Ini aku ngopy dari status FB seseorang.
-=| Perkenalkan Namaku Uang |=-

Orang barat menyebutku MONEY…


Wajahku biasa saja, fisikku juga lemah, namun aku mampu merombak tatanan dunia.

Aku juga bisa merubah perilaku bahkan sifat manusia karena banyak manusia yang mengidolakan aku.

Banyak orang berubah kepribadiannya, mengkhianati teman, menjual tubuh, bahkan meninggalkan keyakinan imannya, demi aku…!!!

Aku tidak mengerti perbedaan orang soleh dan bejat, tapi manusia memakai aku menjadi patokan derajat, menentukan kaya miskin, terhormat atau terhina.

Aku bukan iblis, tapi sering orang melakukan kekejian demi aku.

Aku juga bukan orang ketiga, tapi banyak suami isteri pisah gara aku. Anak dan orang tua berselisih gara aku.

Sangat jelas juga aku bukan Tuhan, tapi manusia menyembah aku seperti Tuhan, bahkan kerap kali hamba Tuhan lebih menghormati aku dari pada Tuhan, padahal Tuhan sudah pesan jangan jadi hamba uang.

Seharusnya aku melayani manusia, tapi kenapa malah manusia mau jadi budakku…?!!

Aku tidak pernah mengorbankan diriku untuk siapa pun, tapi banyak orang rela mati demi aku.

Perlu aku ingatkan, aku hanya bisa menjadi alat bayar resep obat Anda, tapi tidak mampu memperpanjang hidup Anda.

Kalau suatu hari Anda dipanggil Tuhan, aku tidak akan bisa menemani Anda, apalagi menjadi penebus dosa Anda, Anda harus menghadapi sendiri dengan sang Pencipta lalu menerima penghakiman-NYA.

Saat itu, Tuhan pasti akan hitungan dengan Anda; APAKAH SELAMA HIDUP ANDA MENGUNAKAN aku dengan baik, atau sebaliknya MENJADIKAN aku sebagai TUHAN…???

*(Renungan Bersama)*


TAGS ngaBLOGburit


-

Author

Follow Me